Pajak
adalah salah satu pendapatan negara dan diberlakukan di seluruh dunia.
Pajak membantu pertumbuhan perekonomian negara, karena dapat digunakan
untuk memperbaiki jalan, membuat sarana-sarana kemasyarakatan (jalan,
sekolah, dll), serta hal-hal lain yang berhubungan dengan kehidupan dan
harkat masyarakat. Karena itulah, maka tidak heran jika semua negara,
propinsi, distrik, dan daerah memberlakukan pajak bagi para
penduduknya.
Jika
pajak yang dibebankan memang lazim dan lumrah serta bisa diterima
secara hukum negara maupun masyarakat pada umumnya, kita bisa saja
menerimanya. Namun di beberapa belahan dunia, ada yang memberlakukan
pajak yang tidak masuk akal, aneh bin nyeleneh, serta bikin kening
berkerut. Berikut ini adalah beberapa pungutan pajak yang paling aneh di
dunia. Jadi kalau satu waktu muncul peraturan pajak tertentu yg menurut
Anda aneh, jangan heran... soalnya di negara lain pun juga ada....
1. PAJAK MENYIRAM TOILET
Semua
manusia pasti buang air, entah itu besar maupun kecil. Setiap kali
buang air, Anda tentu harus menyiramnya. Dan setiap kali menyiram
toilet, Anda telah mengurangi persediaan air dunia dan merusak
lingkungan dengan zat sekresi tubuh yang Anda buang. Dengan alasan
itulah, maka Pemerintah Maryland, Amerika Serikat, memberlakukan Pajak
Menyiram Toilet yang dikenal dengan sebutan "Flush Tax" kepada
penduduknya. Pajak ini sudah berlaku sejak tahun 2004. Tadinya hasil
pajak ini digunakan untuk merestorasi Teluk Chesapeake. Namun seiring
dengan semakin sulitnya mendapatkan air bersih di kawasan Maryland
dikarenakan kualiatas air yang semakin buruk, Pemerintah setempat
memutuskan menggunakan pajak ini untuk memperbaiki saluran air, kualitas
air, serta mendaur ulang air toilet menjadi pupuk yang dapat digunakan
untuk petani. Pajak yang dibebankan pada masyarakat adalah senilai US$
2.5 / bulan yang dibayar tiap 3 bulan sekali.
2. PAJAK DUKUN
Jika
Anda berprofesi sebagai dukun dan tinggal di Rumania, maka siap-siap
saja kaget karena Anda harus membayar Pajak Dukun yang dikenal dengan
sebutan "Witchcraft Tax". Di Rumania, banyak orang ang mencari dukun
atau ahli sihir di negara tersebut untuk memelet, mngutuki, atau bahkan
mengguna-gunai para pemimpin dan Presiden negaranya. Biasanya orang itu
adalah para saingan politik yang berusaha menjatuhkan para pemimpin.
Jika kelak sang pemimpin atau presiden negara tersebut benar-benar
jatuh, maka dapat dipastikan hidup mereka akan langsung terpuruk. Untuk
itulah para dukun - yang dianggap berpotensi dan bertanggung jawab atas
kejatuhan para pemimpin yang mereka kutuki itu - diharuskan membayar
pajak dukun sebesar 16 persen dari total pendapatannya. Pajak ini,
selain kelak digunakan untuk membayar "pensiun" para pemimpin negara,
juga akan menjadi kontribusi dan dana pensiun para dukun di hari tua
nanti.
3. PAJAK TATO
Sejak
tahun 2005, Pemerintah Arkansas memberlakukan Pajak Tato sebesar 6%
pertahun bagi para penduduk yang bertato. Pajak ini tidak saja berlaku
untuk tato saja, tapi semua bentuk cara dan tindakan "memperindah tubuh
dengan gambar atau benda-benda asing", termasuk di antaranya body
piercing dan electrolysis.
4. PAJAK BAGEL
Bagel
adalah sejenis roti gandum yang dibentuk seperti donut dengan rasa yang
renyah di luar (karena kulitnya kering) namun lembut di dalam. Biasanya
di bagian atas roti tersebut ditaburi kacang wijen. Makanan ini menjadi
semacam makanan pokok bagi warga Amerika dan Canada. Di tahun 2010
silam, sebuah pungutan pajak mengejutkan dikeluarkan oleh Pemerintah
kota New York : Pajak Bagel. Pajak ini diberlakukan bagi para konsumen
yang membeli bagel dan makan di tempat. Jadi selain pajak biasa dan
servis (Tax and Service) yang bernilai 10%, konsumen harus pula
mengeluarkan tambahan uang senilai 8 - 9 sen setiap kali mengonsumsi
bagel di tempat. Pajak ini tidak berlaku jika Anda membeli bagel untuk
dibawa pulang.
5. PAJAK SEX
Sudah
menjadi rahasia umum jika Belanda adalah salah satu negara yang
melegalkan prostitusi. Di negara tersebut, prostitusi dianggap sebagai
sebuah industri entrepreneur yang wajib membayar pajak. Sejak tahun
2011, Pemerintah Belanda memberlakukan aturan baru, di mana wanita yang
mempromosikan dirinya di etalase toko, wajib membayar pajak "sewa lapak"
etalase toko yang akan dibebankan pada wanita tersebut dan germonya.
6. PAJAK KANTONG KRESEK
Banyaknya
penggunaan kantong plastik alias kantong kresek di negara Irlandia,
membuat Pemerintahnya memberlakukan Pajak Kantong Plastik (Plastic Bag
Tax). Sejak tanggal 4 Maret 2002, setiap kantong plastik yang digunakan
para penduduk saat berbelanja akan dikenakan pajak sebesar 15 sen
perkantong. Biayanya ditambahkan dalam setiap transaksi belanja. Dengan
adanya peraturan ini, penggunaan kantong plastik di Irlandia langsung
menurun drastis. Pada tahun 2001, saat aturan ini belum diberlakukan,
rata-rata satu orang menggunakan sedikitnya 21 kantong plastik dalam
sehari. Dan sejak aturan ini dibelakukan, rata-rata satu orang
menggunakan 1 kantong plastik dalam sebulan. Penurunan yang cukup luar
biasa...!!!
7. PAJAK WEBCAM STRIPPER
Berhati-hatilah
jika Anda salah seorang pelanggan online stripper. Karena Anda bisa
kena tagihan pajak yang luar biasa dan bikin sakit jantung. Maraknya
bisnis esek-esek online, dimanfaatkan Pemerintah Swedia yang sejak
beberapa tahun lalu telah memberlakukan pajak bagi para penari stripper
online. Pajak ini tidak saja dibebankan kepada para penarinya, namun
juga para pelanggan. Jadi jangan heran - apalagi kaget - jika tagihan
kartu kredit Anda melonjak sangat tinggi. Ingat-ingat, siapa tahu
beberapa waktu lalu Anda pernah berlangganan tontonan tari telanjang
dari Swedia.... ^_^....
8. PAJAK MINUM AIR PANCURAN
Anda
haus? Jangan coba-coba minum air pancuran di semua wilayah Chicago,
karena Anda dapat dikenakan hukuman penjara dan membayar pajak air
pancuran (Fountain Drink Tax). Yep, ini beneran. Air pancuran di semua
wilayah Chicago memang terkenal bersih, alami, dan dapat diminum karena
terpelihara kebersihannya dengan baik. Karena itu, siapapun yang
mengotori air pancuran, wajib membayar pajak sebagai kompensasi
pembersihan air pancuran.
9. PAJAK MUNTAH
Di
Brazil, siapapun yang muntah di bar atau restoran - entah karena alasan
mabok, pusing, sakit, atau apapun - akan dikenakan Pajak Muntah (Vomit
Tax). Pajak ini telah berlaku sejak tahun 2005. "Korban" pertama dari
pajak ini adalah Luiz Fernandez Peres - warga Brazil - yang harus
membayar US$ 4 setelah temannya muntah di Taverna Pub Medieval Bar bulan
Mei 2005 silam. Kasus pajak muntah di bar itu cukup mengundang
perhatian karena Luiz menolak membayar pajak itu dan membawa kasus ini
ke meja hijau. Namun setelah melalui perdebatan sengit di pengadilan,
pada akhirnya Luiz tetap saja harus membayar pajak itu.
10. PAJAK GULA & MAKANAN TIDAK SEHAT
Pajak
ini sebenarnya masih dalam perdebatan di kongres, walau sudah
diberlakukan sejak tahun 2010 silam di Amerika Serikat. Pajak Gula dan
Makanan Tidak Sehat ini (Unhealthy Food Tax) diberlakukan bagi
makanan-makanan yang menggunakan gula, pemanis buatan, atau pun bahan
lain yang dapat mengganggu metabolisme tubuh, terutama obesitas. Walau
demikian, banyak penduduk menilai jika pajak ini masih belum jelas dan
belum dapat dikatakan "sempurna". Semisal minuman kopi yang hingga kini
masih diperdebatkan, apakah masuk kategori makanan / minuman sehat atau
tidak. Begitu juga dengan coklat bertabur kismis (kismis masuk kategori
makanan sehat, tapi coklat makanan tidak sehat), apakah kena pajak atau
tidak? Bagaimana cara menghitungnya?
11. PAJAK NAMA ANEH
Di
Swedia, semua bayi yang baru lahir namanya wajib didaftarkan &
dilaporkan orang tua mereka ke Petugas Pajak Swedia. Jika nama bayi itu
menggunakan nama aneh dan tidak wajar, maka orang tua tersebut akan
dikenakan pajak pemberian nama aneh pada anak mereka. Sebuah nama bayi
dapat dikategorikan "nama aneh" jika nama itu "mengganggu, mencela,
menghina, atau membuat orang lain tidak nyaman saat mendengarnya". Pajak
ini diberlakukan sejak tahun 1991, ketika Petugas Pajak Swedia
mengalami kesulitan saat memanggil seorang wajib pajak bernama "Brfxxccxxmnpcccclllmmnprxvclmnckssqlbb11116".
Perdebatan
tentang pajak ini sebenarnya hingga hari ini masih berlangsung. Walau
demikian, pajak ini pun sebenarnya sudah berlaku sejak sepuluh tahun
silam di Irlandia dan Denmark. Menurut survei yang dilakukan U.N. Food
and Agriculture Organization, 18% penyebab Global Warming adalah gas
efek rumah kaca yang terjadi akibat gas yang dikeluarkan oleh ternak.
Dari sekian banyak ternak, sapi adalah hewan yang berkontribusi
terbanyak di mana sedikit sapi mengeluarkan 4 ton gas metana pertahun
lewat kentut dan sendawa (bandingkan kendaraan bermotor yang hanya
mengeluarkan 2.7 ton metana pertahun). Nilai pajak yang diberlakukan
adalah US$ 18 pertahun perekor ternak, kecuali sapi yang harus membayar
US$ 110 pertahun perekor.


0 komentar:
Posting Komentar