Siapa
tak kenal Doraemon, serial kartun yang sejak tahun 1991 sampai
sekarang selalu menghiasi minggu pagi anak-anak Indonesia. Doraemon
adalah judul sebuah manga populer yang dikarang Fujiko F. Fujio sejak
tahun 1969 dan berkisah tentang kehidupan seorang anak pemalas kelas 5
SD yang bernama Nobi Nobita yang didatangi oleh sebuah robot kucing
bernama Doraemon yang datang dari abad ke-22. Dia dikirim untuk
menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya
daripada harus menderita dari utang finansial — yang akan terjadi di
masa depan — yang disebabkan karena kebodohan Nobita.
Nobita, setelah gagal dalam ulangan
sekolahnya atau setelah diganggu oleh Giant dan Suneo, akan selalu
mendatangi Doraemon untuk meminta bantuannya. Doraemon kemudian biasanya
akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih
dari kantong ajaibnya; peralatan yang sering digunakan misalnya
"baling-baling bambu"
dan "Pintu ke Mana Saja". Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar.
dan "Pintu ke Mana Saja". Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar.
Lalu timbul pertanyaan? Apakah Nobita akan terus menjadi anak kelas 5 SD dan cerita Doraemon ini akan begitu-begitu saja?
Karena
pengarangnyanya sudah meninggal, pertanyaan ini pun tak bisa terjawab
secara pasti. Namun di internet sudah lama beredar spekulasi tentang
akhir cerita Doraemon ini. Berikut ini adalah salah satu versinya.
(Dalam Komik yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia).
Ringkasan Cerita:
Diceritakan
suatu hari, Nobita pulang ke rumah dan merengek-rengek mengadu ke
Doraemon. Tapi tak lama, ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan
Doraemon; robot kesayangannya itu hanya diam dan tak menjawab
keluhannya. Ia pun segera menelepon Dorami, adik Doraemon, dan meminta
petunjuk darinya. Dorami kemudian memberi tahu bahwa baterai milik
Doraemon habis. Lebih jauh lagi, Dorami menjelaskan bahwa robot kucing
versi lama seperti Doraemon seharusnya memiliki cadangan baterai
pendukung memori di bagian telinga, tetapi karena Doraemon telah
kehilangan telinganya, ia tidak memiliki tenaga cadangan untuk menyimpan
memori dan ingatannya. Satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali
Doraemon adalah dengan mengganti baterainya, namun itu berarti Doraemon
akan kehilangan seluruh ingatan tentang diri dan kawan-kawannya;
termasuk tentang Nobita.
Disaat bersamaan,
polisi-waktu membuat peraturan baru dan melarang adanya "perjalanan
waktu" dan menghalangi Nobita yang berusaha membawa Doraemon untuk
diperbaiki di masa depan. Dorami kemudian memberikan pilihan: nekat
menerobos polisi-waktu, memperbaiki Doraemon di masa depan dan
menghapus ingatannya atau menunggu seseorang dari masa depan datang dan
memperbaiki Doraemon; Nobita memilih cara kedua. Nobita —yang sangat
kehilangan Doraemon— kemudian berjanji untuk belajar keras demi
Doraemon. Usaha Nobita berhasil, tiga tahun kemudian Nobita lulus SMA
dengan nilai terbaik dan menjadi seseorang yang sangat populer di
sekolahnya. Meskipun demikian, sifat Nobita yang ceria dan optimistik
hilang, ia menjadi seorang kutubuku yang selalu menyendiri. Dua puluh
sembilan tahun kemudian, diceritakan Dekisugi yang telah menjadi
presiden Jepang, mengadakan reuni dengan Suneo dan Jaian. Ketiganya
membahas mengenai masalah tentang "hilangnya" Doraemon dan tentang Time
Paradox; sebuah teori yang menjelaskan bahwa sejarah dunia dapat
berubah dengan diciptakannya mesin waktu. dan dari percakapan itulah
terpapar alasan kenapa patroli waktu tak memberikan ijin nobita untuk
memperbaiki Doraemon di masa depan, karena Nobita itu sendiri yang
menciptakan Doraemon. Setelah diperbaiki, doraemon menjadi mempunyai
telinga dan berwarna kuning, dipeluknya erat-erat Doraemon. Dan mereka
hidup bahagia selamanya

















0 komentar:
Posting Komentar